Sariawan di gusi memang terlihat sepele, tapi siapa sangka dampaknya bisa mengganggu aktivitas sehari-hari. Mulai dari susah makan, berbicara yang terasa nyeri, hingga membuat tidak nyaman sepanjang hari. Banyak orang menganggap sariawan hanyalah masalah kecil, padahal kondisi ini bisa menjadi tanda tubuh sedang mengalami gangguan tertentu.
Apakah Anda sering mengalami sariawan terutama pada area gusi? Jika iya, penting untuk mengetahui penyebab sariawan di gusi dan cara mengatasinya. Simak penjelasan lengkap berikut agar Anda lebih memahami masalah kesehatan ini sekaligus mencegahnya datang kembali.
Apa Itu Sariawan di Gusi?
Sariawan di gusi adalah luka kecil yang muncul pada jaringan lunak di sekitar gusi. Biasanya, luka ini berbentuk bulat atau oval dengan warna putih kekuningan dan dikelilingi oleh area kemerahan. Meski ukurannya kecil, rasa nyeri yang ditimbulkan bisa cukup mengganggu. Bahkan, sariawan di gusi dapat membuat aktivitas sederhana seperti makan atau berbicara menjadi tantangan tersendiri.
Kondisi ini umum terjadi pada siapa saja, baik anak-anak maupun orang dewasa. Namun, ada beberapa faktor yang meningkatkan risiko seseorang lebih sering terkena sariawan di area gusi. Yuk, kita bahas satu per satu penyebabnya.
Faktor Penyebab Sariawan di Gusi
Berikut beberapa penyebab sariawan di gusi yang sering dialami yang perlu Anda ketahui.
1. Iritasi Akibat Makanan dan Produk Perawatan Mulut
Sariawan sering kali muncul karena iritasi yang disebabkan oleh makanan tertentu atau produk perawatan mulut yang tidak cocok. Makanan pedas, asam, atau terlalu asin bisa memicu iritasi pada jaringan gusi. Beberapa orang juga memiliki sensitivitas terhadap makanan seperti kacang, cokelat, atau makanan keras yang dapat melukai mulut.
Selain itu, penggunaan pasta gigi atau obat kumur yang mengandung sodium lauryl sulfate (SLS) dapat memperburuk kondisi mulut, terutama jika Anda memiliki gusi yang sensitif. Oleh karena itu, penting untuk memilih produk perawatan mulut yang bebas dari bahan-bahan iritan.
2. Infeksi Virus, Bakteri, atau Jamur
Kebersihan mulut yang buruk dapat menjadi pintu masuk bagi virus, bakteri, atau jamur untuk berkembang biak di dalam mulut. Salah satu kondisi yang sering terjadi adalah gingivostomatitis, yaitu peradangan pada gusi akibat infeksi virus atau bakteri. Selain itu, jamur Candida albicans juga sering menjadi penyebab sariawan, terutama saat sistem kekebalan tubuh melemah.
Infeksi ini tidak hanya menyebabkan sariawan tetapi juga bisa membuat mulut terasa sakit dan tidak nyaman. Oleh karena itu, menjaga kebersihan mulut adalah langkah penting untuk mencegah infeksi.
3. Diabetes dan Kadar Gula Tak Terkontrol
Bagi penderita diabetes, risiko terkena sariawan lebih tinggi dibandingkan orang tanpa diabetes. Hal ini disebabkan oleh tingginya kadar gula dalam air liur yang menjadi “makanan” bagi jamur seperti Candida untuk tumbuh subur. Selain itu, sistem imun yang lemah pada penderita diabetes membuat tubuh sulit melawan infeksi di area mulut.
Jika Anda mengidap diabetes, pastikan kadar gula darah Anda terkontrol dengan baik untuk mengurangi risiko sariawan dan masalah kesehatan lainnya.
4. Perubahan Hormon
Perubahan hormon yang terjadi pada wanita saat menstruasi, kehamilan, atau menopause juga dapat memengaruhi kesehatan gusi. Kadar hormon progesteron yang meningkat selama periode ini dapat menyebabkan aliran darah ke gusi meningkat, sehingga gusi menjadi lebih sensitif dan mudah terluka.
Kondisi ini membuat wanita lebih rentan mengalami sariawan di gusi. Untuk mengatasinya, menjaga pola makan sehat dan kebersihan mulut sangat penting dilakukan selama masa-masa tersebut.
5. Kekurangan Nutrisi Penting
Tubuh membutuhkan berbagai vitamin dan mineral untuk menjaga kesehatan jaringan mulut. Kekurangan nutrisi seperti vitamin B12, vitamin C, zat besi, asam folat, atau zinc dapat menyebabkan sariawan lebih sering muncul.
Jika Anda mengalami sariawan berulang meskipun sudah menjaga kebersihan mulut dengan baik, ada kemungkinan tubuh Anda kekurangan asupan nutrisi penting tersebut. Pastikan untuk mengonsumsi makanan bergizi seperti sayuran hijau, buah-buahan segar, kacang-kacangan, dan sumber protein berkualitas tinggi.
6. Cedera pada Gusi atau Mulut
Cedera kecil seperti tergigit saat makan atau gosok gigi terlalu keras juga bisa memicu munculnya sariawan. Selain itu, pengguna kawat gigi dan gigi palsu lebih berisiko mengalami gesekan berulang pada jaringan lunak mulut yang akhirnya menyebabkan luka kecil berubah menjadi sariawan.
Untuk mencegah hal ini terjadi, pastikan Anda menggosok gigi dengan lembut menggunakan sikat gigi berbulu halus dan berhati-hati saat makan.
7. Penyakit Serius yang Perlu Diwaspadai
Jika sariawan tidak kunjung sembuh dalam waktu lebih dari dua minggu atau sering kambuh tanpa sebab yang jelas, ini bisa menjadi tanda adanya gangguan kesehatan serius. Beberapa penyakit seperti lupus, kanker mulut, penyakit celiac, hingga sindrom Behcet dapat menunjukkan gejala awal berupa luka sariawan yang sulit sembuh.
Jika Anda mencurigai adanya masalah kesehatan lain terkait sariawan yang tidak kunjung hilang, segera konsultasikan ke dokter untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut.
Cara Mencegah Sariawan di Gusi
Mencegah selalu lebih baik daripada mengobati. Berikut beberapa cara agar Anda terhindar dari sariawan di gusi:
- Jaga Kebersihan Mulut: Sikat gigi dua kali sehari menggunakan pasta gigi non-SLS dan gunakan benang gigi untuk membersihkan sisa makanan.
- Hindari Makanan Pemicu: Kurangi konsumsi makanan pedas, asam, asin, atau keras yang bisa melukai mulut.
- Penuhi Kebutuhan Nutrisi: Pastikan tubuh mendapatkan cukup vitamin B12, C, zat besi, asam folat, dan zinc melalui pola makan sehat.
- Hindari Stres Berlebihan: Stres dapat melemahkan sistem imun tubuh sehingga meningkatkan risiko terkena sariawan.
- Perhatikan Kebiasaan Sehari-hari: Hindari menggigit bibir atau pipi secara tidak sengaja dan gunakan sikat gigi berbulu lembut untuk mencegah cedera pada gusi.
Solusi Gusi Sehat, Senyum Lebih Cerah
Sariawan pada gusi bisa sangat mengganggu. Namun, jangan biarkan ketidaknyamanan tersebut menghambat aktivitas sehari-hari Anda. Kunci untuk mencegah dan mengatasi masalah gusi sebenarnya cukup sederhana, rutin menjaga kebersihan mulut dengan cara yang benar.
Sikat gigi Anda dua kali sehari dengan pasta gigi yang dirancang khusus untuk kesehatan gusi, seperti Pepsodent Gum Expert. Pasta gigi ini mengandung Active Zinc dan Vitamin E, yang efektif dalam meningkatkan kesehatan gusi serta mengurangi peradangan.
Selain itu, penting untuk memilih sikat gigi yang lembut agar tidak merusak gusi yang sensitif. Pepsodent Nanosoft Sensitive memiliki bulu sikat dengan ketebalan 0.01mm, yang 20 kali lebih lembut dibandingkan sikat gigi biasa. Sikat gigi ini dirancang untuk membersihkan gigi dan gusi tanpa menyebabkan iritasi. Dengan menerapkan kebiasaan sederhana namun konsisten ini, Anda dapat menjaga kesehatan gusi dan mengurangi risiko sariawan.
MENGUKIRDUNIA.COM

